Rabu, 11 Desember 2013

kumpulan pantun jenaka

         Pantun adalah salah satu bentuk puisi indonesia (melayu). Hampir diseluruh daerah +Indonesia memiliki karya sastra sebgaimana pantun, pantun memiliki berbagai nama. Contohnya endeende di Batak, parikan di Jawa, sisindiran di Sunda dan bolingoni di Tanah toraja.
Pantun mempunyai banyak jenis salah satunya Pantun jenaka, pantun ini berisi tentang sebuah candaan, guyonan dan banyolan yang cukup membuat kita tertawa terpingkal-pingkal ketika kita mebaca dan saat mendengarkanya. Dan inilah beberapa contoh pantun jenaka atau pantun lucu.





enggg .. enggg .. i... enggh ini dia beberapa contoh si pantun jenaka :D



Elok berjalan kota tua
Kiri kanan berbatang sepat
Elok berbini orang tua
Perut kenyang ajaran dapat

Senangis letak di timbangan
Pemulut kumbang pagi-pagi
Menangis katak di kubangan
Melihat belut terbang tinggi

Anak Hindu beli petola
Beli pangkur dua-dua
Mendengar kucing berbiola
Duduk termenung tikus tua

Jalan-Jalan ke Kota Sumedang..
Ada Kambing Makan Rumput..
Anak-anak pada Senang ..
Melihat banci Bergoyang Dangdut..

Bunga mawar tangkai berduri
Laris manis pedang cendol
Aku tersenyum malu sekali
Ingat dulu suka mengompol

Anak cina menggali cacing
Mari diisi dalam tempurung
Penjual sendiri tak kenal dacing
Alamat dagangan habis diborong

Biduk buluh bermuat tulang
Anak Siam pulang berbaris
Duduk mengeluh panglima helang
Melihat ayam bercengkang keris

Pohon manggis di tepi rawa 
Tempat datuk tidur beradu
 Sedang menangis nenek tertawa
 Melihat datuk bermain gundu

Anak dara Datuk Tinggi
Buat gulai ikan tilan
Datuk tua tak ada gigi
Bila makan kunyah telan

Jikalau lengang dalam negeri
Marilah kita pergi ke kota
Hairan tercengang kucing berdiri
Melihat tikus naik kereta

Buat apa panen kelapa
Kalau tidak ada tunas
Buat apa membeli vespa
Cicilan kompor belum lunas


Cara Menulis Pantun Dengan Benar

      Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam menulis pantun, yaitu pilihan kata atau memilih sebuah kata diksi dan syarat-syarat pantun yaitu :
     1. terdiri dari empat baris
     2. terdiri antara 8-12 suku kata pada setiap baris 
     3. fungsi baris ke-1 dan -2 sebagai sampiran
     4. fungsi baris ke-3 dan -4 sebagai isi
     5. mempunyai rumus rima bersajak a-b-a-b
pilihan kata (diksi) dalam pantun harus diperhatikan dengan cermat untuk menemukan bunyi akhir (rima) yang sesuai dengan syarat pantun. Sebaiknya sebelum menulis pantun  kita harius menentukan isi pantun, buka sampiran. sampiran akan ditentukan setelah isi pantun benar-benar sesuai dengan pesan yang hendak disampaikan.




     Sekian dari saya, semoga ini bisa membantu anda. jika ada kekurangan ataupun kesalahan saya berucap maaf seribu maaf. Trims :)

+Facebook Login :  YüÐhà II

Tidak ada komentar:

Posting Komentar